Masih Jauh Dari Target, Pelaporan SPT Baru 10.05 Juta

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengatakan jika saat ini telah terkumpul 10.05 juta wajib pajak mereka berhasil melaporkan surat pemberitahun tahunan sebelum batas pelaporan yang terjadi sabtu kemarin. Angka itu tentunya masih jauh dari target yang sudah ditetapkan pemerintah, sebesar 14 juta dari total wajib pajak 18 juta.

Dari 10.05 juta wajib pajak yag sudah melaporkan SPT Tahunan, sebanyak 8.21 juta wajib pajak melakukan pelaporan via e-filing atau online konsultan pajak jakarta, sedangkan 1.8 juta surat pelaporan dilaporkan secara manual. “Kita lihat sejak tahun lalu ada kenaikan dari wajib pajak orang pribadi yang cukup besar jumlahnya, untuk 2016 telah terjadi kenaikan hingga 45% karena ada fasilitas tax amnesty, sedangkan di tahun ini kenaikannya tidak begitu besar namun tetap mencapai double digit” ungkap Sri Mulyani.

Saat pelaporan SPT yang terjadi sabtu kemarin,  Sri Mulyani selaku mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menghimbau pada seluruh masyarakat untuk melaporkan pajak sesegera mungkin, apalagi bila kantor pajak yang ada di kota Anda tetap membuka pelayanan mereka hingga pukul 17.00 WIB sedangkan untuk fasilitas online bisa dimanfaatkan sampai pukul 24.00 WIB.

Tidak hanya itu saja, Sri Mulyani pun menghimbau pada seluruh wajib pajak untuk tidak menunggu pelaporan pajak sampai akhir, karena di tahun depan pemerintah akan terus mengampanyekan, berhubung kampanye SPT sudah dimulai sejak Januari. Maka pemerintah akan terus meningkatkan kinerja dan kemampuan dari jaringan untuk bisa menannggun serta mengantisipasi masyarakat sehingga bisa membayar pajak khususnya wajib pajak orang pribadi.

Pajak yang sudah dibayarkan pada negara otomatis akan dikembalikan lagi untuk kebutuhan masyarakat dengan wujud berbeda, mulai dari pembangunan infrastruktur, sampai jasa layanan tertentu.

Sri Mulyani menyukai antusiasme masyarakat untuk melaporkan dan membayar pajak karena artinya kesadaran masyarakat akan pentingnya melapor pajak mulai meningkat. Pemerintah terus menyampaikan jika uang pajak merupakan uang Anda yang dibentuk dalam bentuk pembangunan, jasa yang diberikan, semuanya untuk kepentingan warga negara Indonesia, bukan pemerintah saja.