Bahan Pembuat Fashion Muslim

Dalam memproduksi fashion, pengusaha harus benar-benar memperhatikan kualitas bahan yang akan digunakannya. Untuk bahan pembuatan fashion muslim, syarat utamanya adalah halal, seperti tidak menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari babi. Selain itu, ada pula beberapa kalangan muslim, khususnya laki-laki, yang menolak untuk menggunakan pakaian berbahan sutra.

 

Yang pasti, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat fashion muslim itu haruslah nyaman dan aman. Untuk pemilihan bahan-bahan ini, pengusaha harus melihat segmen pasar yang dibidiknya. Hal itu penting karena segmen menentukan harga produk yang ditawarkan, sementara bahan-bahan yang dipilih akan menentukan harga produk yang dihasilkan. Jika membidik segmen kalangan menengah ke atas, tentu bisa memilih bahan yang berkualitas sangat baik, karena target pasar adalah orang-orang yang mampu membeli dengan harga mahal. Sedangkan jika membidik segmen menengah ke bawah, tentu harus memilih bahan yang harganya lebih murah, sehingga produk fashion itu nanti bisa juga dijual dengan harga murah.

 

Proses Produksi Fashion Muslim

Fashion Muslim

Proses produksi dalam industri fashion terbagi dalam 3 tahap, yaitu:

  1. Praproduksi, yang terdiri dari tahap desain dan pemilihan bahan baku

Untuk desain, pengusaha bisa mendesain sendiri produk fashion yang ingin dibuatnya, atau bisa juga merekrut desainer khusus. Hal ini tentu saja kembali pada pertimbangan pasar yang dibidik. Sedangkan untuk pemilihan bahan baku, harus dipilih bahan-bahan baku, seperti kain, yang sesuai dengan desain yang sudah dibuat. Karena bahan baku mencakup sekitar 70% dari biaya produksi, maka seorang pengusaha harus pintar-pintar mencari bahan baku yang berkualitas baik, namun dengan harga yang lebih murah.

 

  1. Produksi

Untuk tahap ini dilakukan beberapa hal, yaitu:

»» Pembuatan pola

Pola sangat penting dalam pembuatan busana, karena mempengaruhi baik tidaknya busana yang dihasilkan. Busana yang dibuat dengan pola yang baik, apalagi ditambah dengan penggunaan bahan yang berkualitas baik, akan lebih nyaman untuk dikenakan.

MANAJEMEN PRODUKSI

»» Potong

Secara sederhana, proses memotong kain ini sebetulnya hanya tinggal menuruti pola yang sudah dibuat. Namun, jika kegiatan memotong ini tidak dilakukan dengan baik, maka hal itu akan mempengaruhi proses produksi. Kesalahan memotong akan membuat busana tidak dapat dibuat sesuai dengan desain atau perencanaan. Kesalahan dalam memotong kain tentu akan merugikan karena penggunaan kain menghabiskan sekitar 70% dari ongkos produksi.

»» Jahit

Kain-kain yang sudah dipotong berdasarkan pola akan dijahit menjadi sebuah busana yang bisa dikenakan.

»» Finishing

Ini adalah bagian terakhir dari produksi fashion. Dalam finishing misalnya dilakukan pemasangan kancing, payet, membersihkan benang,

pemberian label, menyetrika, sampai dilakukannya quality control untuk

memeriksa apakah pakaian yang sudah selesai itu sudah layak dijual

atau belum.

  1. Paskaproduksi/Post-Production

Yang dilakukan dalam tahap ini seperti melipat pakaian, mengemas, atau

memajangnya di toko/butik, sesuai dengan kebutuhan.

MANAJEMEN PRODUK

http://www.harianfashion.com/